<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Just Ordinary Notes &#187; idul fitri</title>
	<atom:link href="http://bukittingginews.com/tag/idul-fitri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukittingginews.com</link>
	<description>The other side of my world</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 08:53:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Safari Idul Fitri..</title>
		<link>http://bukittingginews.com/2011/09/safari-idul-fitri/</link>
		<comments>http://bukittingginews.com/2011/09/safari-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 14:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bukittingginews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukittingginews.com/?p=1167</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahirobbil&#8217;alamin.. Idul fitri tahun ini terasa sempurna banget&#8230;  Ya, terasa sangat berbeda apalagi bisa berkumpul dengan keluarga besar di hari raya kali ini. Mudik ke Sitiung 4 Dharmasraya, ke Batu Sangkar rumah Saudara dan terakhir ke Rao Pasaman Timur kerumah keluarga baru ^_^. Rasanya libur yang ada masih kurang. Dan tidak terasa besok sudah kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alhamdulillahirobbil&#8217;alamin.. Idul fitri tahun ini terasa sempurna banget&#8230;  Ya, terasa sangat berbeda apalagi bisa berkumpul dengan keluarga besar di hari raya kali ini. Mudik ke Sitiung 4 Dharmasraya, ke Batu Sangkar rumah Saudara dan terakhir ke Rao Pasaman Timur kerumah keluarga baru ^_^. Rasanya libur yang ada masih kurang. Dan tidak terasa besok sudah kembali lagi kuliah seperti biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah safari yang cukup panjang, hampir 1000 kilometer dalam seminggu..  Bukittinggi &#8211; Batu Sangkar &#8211; Dharmasraya &#8211; Rao terasa begitu dekat. Hmm semoga suasana seperti ini bisa terulang lagi idul fitri tahun besok. Puas, senang, bahagia dan ntah apalagi kata kata yang bisa di ucapkan untuk mengungkapannya. Melepas rindu.. disambut dan di jamu seperti tamu terhormat dan banyak lagi yang membuat idul fitri kali ini terasa berbeda dan menjadikannya begitu sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih untuk semua : Ayah, ibu, adik dan semua uni² dan uda² tercinta.. my new family thank&#8217;s u so much&#8230;.  dear my sweetheart love u more&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukittingginews.com/2011/09/safari-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebaynya Sholat Eid Di Bukittinggi</title>
		<link>http://bukittingginews.com/2010/09/lebaynya-sholat-eid-di-bukittinggi/</link>
		<comments>http://bukittingginews.com/2010/09/lebaynya-sholat-eid-di-bukittinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 13:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bukittingginews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaynya Sholat Eid Di Bukittinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukittingginews.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Itulah kesan yang saya dapatkan ketika sholat Eid di Lapangan Wirabraja Bukittinggi. Baik itu idul fitri maupun idul adha sama saja.. Penyelenggaraannya cukup lebay. Terlalu banyak kata sambutan. Jika cuaca sejuk mungkin tidak begitu masalah, tapi jika cerah dan sedikit panas, atau mendung dengan sedikit gerimis mungkin akan jadi sedikit masalah. Contoh lebaynya&#8230; Biasanya jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Itulah kesan yang saya dapatkan ketika sholat Eid di Lapangan Wirabraja Bukittinggi. Baik itu idul fitri maupun idul adha sama saja.. Penyelenggaraannya cukup lebay. Terlalu banyak kata sambutan. Jika cuaca sejuk mungkin tidak begitu masalah, tapi jika cerah dan sedikit panas, atau mendung dengan sedikit gerimis mungkin akan jadi sedikit masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh lebaynya&#8230; Biasanya jam 7.30 acara di buka oleh pembawa acara, lalu sambutan oleh ketua PHBI bukittinggi (Panitia Hari Besar Islam)&#8230; Trus Lanjut dengan Sambutan Ketua Departemen Agama Islam  Kalau g&#8217; salah&#8230;. Nah kalau ini saja mungkin tidak masalah&#8230; Paling waktu habis kurang lebih 20 menit&#8230; Dan terakhir kata sambutan Walikota Bukittinggi, nah yang ini saya g&#8217; suka nya&#8230; mang penting ya sambutan seorang walikota dalam sholat eid..  terkadang isi sambutannya banyak yang tak penting. You know berapa waktu yang habis untuk sambutan walikota tersebut&#8230; kadang lebih 15 menit.. terkadang jama&#8217;ah yang dah kepanasan banyak yang ngomel.. &#8220;apolah kecek paja ko ah&#8230;&#8221; bayangkan itu guman seorang rakyat terhadap pimpinannya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang lebih parahnya lagi pernah satu kali penyelenggaraan sholat EID, jam 7.30 blom juga di buka oleh pembawa acara, ternyata dan ternyata panitia menunggu kedatangan walikota yang terlambat.</p>
<p style="text-align: justify;">Timbul pertanyaan bagi saya&#8230;  apakah ini masih wajar??? Coba lihat di masjid istiqlal rasanya seorang presiden tidak ada memberi sambutan sebelum sholat eid&#8230;. klau ada berarti saya yang g&#8217; nyimak&#8230;. Saran tuk PHBI Bukittinggi &#8220;Bagaimana kalau penyelenggaraan sholat eid ditata lebih baik&#8230; sambutan ini itu sebelum sholat yang terlalu banyak bisa membuat jama&#8217;ah bosan.. dan dampaknya ketika Ceramah oleh khatib Jama&#8217;ah dan pada Bubar&#8221; Hal ini sering terjadi&#8230; Ketika khatib baru naik mimbar p[ara jama&#8217;ah dan berdiri untuk pulang&#8230;.. Saya sempat nanya ke tetangga yang kebetulan kek gitu&#8230; jawabannya simple aja&#8230; capek, panas,, lama dsb&#8230;.</p>
<p>Hmm&#8230;. akankah berlanjut seperti ini&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukittingginews.com/2010/09/lebaynya-sholat-eid-di-bukittinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersisih Di Hari Yang Fitri</title>
		<link>http://bukittingginews.com/2009/09/tersisih-di-hari-yang-fitri/</link>
		<comments>http://bukittingginews.com/2009/09/tersisih-di-hari-yang-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 09:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bukittingginews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukittingginews.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pemandangan yang cukup kontras saat sholat idul fitri di Lapangan Wirabraja Bukittinggi (Lapangan Kantin).  Melihat suatu peluang dan adanya kesempatan dimanfaatkan betul  oleh sebagian orang untuk mencari nafkah. Mulai dari jualan koran bekas dan plastik untuk Alas duduk sampai dengan menjamurnya maaf  (para pengemis). Untuk yang jualan plastik atau koran layak kita beri apresiasi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebuah pemandangan yang cukup kontras saat sholat idul fitri di Lapangan Wirabraja Bukittinggi (Lapangan Kantin).  Melihat suatu peluang dan adanya kesempatan dimanfaatkan betul  oleh sebagian orang untuk mencari nafkah. Mulai dari jualan koran bekas dan plastik untuk Alas duduk sampai dengan menjamurnya maaf  (para pengemis).</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-573" title="Tunanit015" src="http://bukittingginews.com/wp-content/uploads/2009/09/Tunanit015.jpg" alt="Tunanit015" width="400" height="300" />Untuk yang jualan plastik atau koran layak kita beri apresiasi. Namun untuk yang meminta minta hmmm mari kita analisa dulu. Saya g&#8217; menyalahkan mereka untuk meminta minta. Namun saya melihat ada sedikit eksploitasi terhadap anak.  Saya g&#8217; tau apakah mereka bener² g&#8217; mampu atau gimana..!! yang jelas secara kasat mata pakaiannya sangat lusuh dan kotor. Lain lagi dengan bapak² yang mengalami gangguan penglihatan mereka meminta minta di gerbang masuk.. tapi anehnya mereka di dampingi istri yang pakainanya cukup woww&#8230; dan liptisknya layak artis!! aneh juga sich&#8230; bahkan ada yang bawa embel embel panti asuhan!!</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-574" title="Tunanit016" src="http://bukittingginews.com/wp-content/uploads/2009/09/Tunanit016.jpg" alt="Tunanit016" width="400" height="300" />Cukup ironis.. ntah kenapa yang menjadi pengemis itu hampir semuanya islam..   dan caranya makin hari makin kreatif.. kalau  mereka benar benar islam saya yakin mereka tidak akan meminta minta.. karena jelas ajaran agama kita tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah.. Dan Bumi ini cukup luas untuk mencari nafkah.. ayo berusaha dengan halal.  Dan hendaknya juga pengelolaan zakat oleh baz mencapai sasaran, sehingga mereka yang kurang mampu bisa terbantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukittingginews.com/2009/09/tersisih-di-hari-yang-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

