Kalkulator vs Komputer

Sebuah anologi tentang keadaan kampus kita saat ini.. ya seperti Kalkulator vs Komputer. Kalkulator mungkin kita semua sudah tau seperti apa.. sejak pertama kita membeli sampai saat sekarang kalkulator tidak akan pernah bisa kita update atau upgrade baik itu hardwarenya maupun Softwarenya.. Lalu coba kita bandingkan dengan sebuah Komputer.. Ketika pertama kita membelinya mungkin hardwarenya belum begitu mumpuni, softwarenya juga masih sedikit.. Tapi seiring dengan perjalanan kita bisa saja mengupgrade hardwarenya.. Memory kita tambah, Processor nya diganti.. Begitu juga Softwarenya dari Windows XP sekarang sudah Windows 7. Itu semua bisa dan mudah dilakukan.

Nah.. kembali ke STAIN Bukittinggi.. Saat ini masih banyak orang-orang yang bermental Kalkulator di kampus kita.. yang anti terhadap perubahan.. maunya dari dulu sampai sekarang tetap itu itu saja.. Ketika datang sebuah angin perubahan mereka menentang habis habisan.. bahkan lebih tragis lagi membawa ke jalur hukum yang semestinya tidak masuk ke wilayah hukum pidana.. Aneh memang…!!!

Andai saja STAIN kita ini di isi oleh orang-orang yang bermental seperti komputer saja “kelompok yang bisa membawa perubahan dan kemajuan STAIN kedepannya”… dan andai saja orang-orang yang bermental seperti Kalkulator itu bisa mengerti hakikat sebuah perubahan.. Tentu Perubahan STAIN menjadi UIN sudah didepan mata kita….

Sekali lagi perlu kita ingatkan… STAIN Bukittinggi ini bukan milik aku, kamu atau Mereka.. Jangan abaikan kata Islam dan Negeri dinama kampus kita.. STAIN ini milik kita warga bukittinggi.. Milik kita warga Indonesia.. Bukan milik Syariah atau Tarbiyah.. Bukan Milik IMM atau HMI atau Kelompok anda yang anti perubahan….

#Dukung perkembangan STAIN Bukittinggi menjadi UIN Bukittinggi

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kalkulator vs Komputer”

  1. [...] sangat jauh dan banyak ditentang oelh pihak pihak yang tak ingin maju seperti analogi sebelumnya kalkulator vs komputer.. tapi tidak dengan semangat kami untuk mewujudkannya. Karena untuk menjadi besar harus dimulai [...]

Leave a Reply


9 − = eight

CommentLuv Enabled